Final Lomba KTI Bahasa Indonesia (Olimpiade Tiga Bahasa 2021)

Final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Nasional dalam ajang Olimpiade 3 Bahasa yang diselenggarakan oleh Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri telah dilaksanakan pada Sabtu, 17 Juli 2021. Final ini diikuti oleh 10 tim yang merupakan mahasiswa dari Perguruan Tinggi/PTKI/PTKIN seluruh Indonesia. LKTI 2021 ini bertemakan “Penguatan Daya Nalar dan Kreativitas Berbahasa serta Literasi Budaya Lokal”. Peserta 10 besar ini mempresentasikan artikel yang telah disusunnya di hadapan juri dan peserta lainnya melalui zoom meeting.

Ajang LKTI Tingkat Nasional ini menghadirkan juri yang ahli di bidang karya tulis ilmiah yaitu Bapak Dr. Ahmad Sauqi Ahya, M.A. dari STKIP PGRI Jombang. Seluruh peserta LKTI telah menampilkan ide karya tulis ilmiahnya dengan baik dan optimal. Pada akhir acara, diumumkan 3 tim terbaik penulis sekaligus penyaji karya tulis ilmiah, yaitu Juara 1 diraih oleh TIM 6 Muhammad Yogi Alfito dan Muhammad Andi Kurniawan dari Universitas Negeri Semarang dengan skor 431. Juara 2 diraih oleh Stania Hibatulloh dan Nur Lailatus Sa’adah dari IAIN Kediri dengan skor 408, dan Juara 3 diraih oleh Setiawan Wancie dan Nur Herlina dari IAIN Palopo dengan skor 391. Besar harapan bahwa lomba ini dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk lebih kreatif dalam menuangkan gagasan ke dalam tulisan dan penyampaian secara lisan.

LKTI Olimpiade 3 Bahasa 2021

PENGUMUMAN 10 FINALIS BABAK FINAL LKTI OLIMPIADE TIGA BAHASA 2021

Pengumuman 10 finalis yang lolos untuk maju ke babak final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Olimpiade Tiga Bahasa yang diselenggarakan Prodi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, IAIN Kediri Tahun 2021 dapat diunduh pada link di atas.

Link juknis lomba: http://bit.ly/Olimpiade3Bahasa

Yukk.. Mahasiswa PTKI/PTKIN se-Indonesia, tunjukkan kreativitasmu dalam Olimpiade Tiga Bahasa 2021 yang diadakan Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri.

Untuk Bahasa Indonesia ada lomba LKTI dengan tema menarik. Info lebih detail dapat dilihat pada juknis flyer.

Workshop Penjaminan Mutu Prodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri

Workshop Penjaminan Mutu Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, 27 Agustus 2021 pukul 08.00 WIB. Workshop dibuka oleh Ibu Dr. Hj. Muawanah, M.Pd. selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Tarbiyah. Acara ini membahas Kurikulum KKNI Merdeka Belajar dan borang persiapan akreditasi Prodi Tadris Bahasa Indonesia. Pada kesempatan ini menghadirkan narasumber sekaligus Asesor BAN-PT Bapak Dr. Kastam Syamsi, M.Ed. dari Universitas Negeri Yogyakarta. Workshop diikuti oleh Tim Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN Kediri, Wakil Dekan, Kaprodi dan Sekprodi di Fakultas Tarbiyah, staff, serta dosen sekaligus Tim Penyusun Borang Prodi Tadris Bahasa Indonesia.

Seminar Nasional UKBI Adaptif Merdeka

Seminar Nasional UKBI Adaptif Merdeka dilaksanakan pada Kamis, 19 Agustus 2021 pukul 08.00 WIB. Seminar menghadirkan Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Bapak Dr. Asrif, M.Hum. Seminar dibuka oleh Ibu Dr. Hj. Muawannah, M.Pd yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia se-Indonesia. Kepala Balai Bahasa Jawa Timur memberikan kesempatan kepada seluruh akademisi bidang Bahasa Indonesia untuk menguji coba kemampuan mereka dalam berbahasa Indonesia melalui tes UKBI.

Dengan adanya Program UKBI Adaptif Merdeka, Tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia saat ini dapat dilakukan secara online di mana saja dan kapan saja dengan mengikuti prosedur yang telah disepakati. Tes UKBI ini penting bagi mahasiswa agar dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kemampuan berbahasa Indonesia. Selain itu, sertifikat UKBI nantinya diharapkan bisa dijadikan sebagai surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Info selanjutnya mengenai tata cara tes UKBI Adaptif Merdeka dapat dilihat pada website Balai Bahasa Jawa Timur.

Halo, Sobat Bahasa!

Pada era saat ini dibutuhkan kecakapan berbahasa bagi seseorang untuk menghadapi tantangan Abad 21. Bagaimana mengukur kemahiran berbahasa?

Prodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri mempersembahkan Seminar Nasional UKBI Adaptif Merdeka dalam Puncak Olimpiade Bahasa Indonesia (OBI) 2021.

🗣 Pemateri
Dr. Asrif, M.Hum. (Kepala Balai Bahasa Jawa Timur
👤 Moderator
M.Badrus Solichin,M.A. (Dosen Bahasa Indonesia IAIN Kediri)

Waktu Pelaksanaan:
Kamis, 19 Agustus 2021 Pukul 08.00-12.00 WIB.

💻 Tautan Zoom Meeting
https://bit.ly/seminarnasUKBI
Meeting ID: 949 006 3829
Passcode: OBI2021

🎥 Live Youtube
Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri

📕 Dapatkan:
-Sertifikat Elektronik
-Materi Seminar
-Ilmu dari narasumber

☎️ Narahubung:
081286224029 (Era)

📢 Info lebih lanjut:
@TBIN.IAINKEDIRI (Instagram)
@tadrisbahasaindonesia.iainkediri.ac.id (Website prodi)
@Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri (Facebook)

OBI (OLIMPIADE BAHASA INDONESIA) 2021 LOMBA ESAI NASIONAL TINGKAT SMA/MA/SMK/MAK

HASIL FINAL LOMBA ESAI OLIMPIADE BAHASA INDONESIA (OBI) 2021

Program Studi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri menggelar Final Lomba Esai dalam ajang Olimpiade Bahasa Indonesia (OBI) Tingkat Nasional 2021 untuk siswa SMA/MA/SMK/MAK se-Indonesia yang dilaksanakan secara luring dan daring pada Sabtu, 19 Juni 2021. Lomba esai bertemakan “Peran Pelajar dalam Menangkal Hoaks di Masa Pandemi melalui Bingkai Literasi” ini bertempat di Aula Perpustakaan TIPD Lantai 2 IAIN Kediri. Acara berlangsung secara luring dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dewan juri terdiri atas perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan perwakilan Universitas Islam Kadiri (UNISKA). Pada babak penyisihan, panitia menerima 172 karya esai. Setelah diseleksi dengan pertimbangan originalitas karya, format penulisan, penggunaan bahasa, ketajaman analisis permasalahan, dan kebermanfaatan terpilih 14 karya esai terbaik tingkat SMA/MA/SMK/MAK. Mereka kemudian berkompetisi di babak final pada Sabtu, 19 Juni 2021. Peserta yang maju ke babak final mempresentasikan esai secara lisan serta menampilkan tayangan PPT dengan waktu 5 menit dilanjutkan dengan tanya jawab kurang lebih 10 menit. Setiap peserta sangat antusias menampilkan persembahan yang terbaik.

Bheryll Devan Putra Setyawan dari SMKS Pawayatan Daha 1 Kediri meraih skor tertinggi dan keluar sebagai Juara 1 dengan perolehan skor 973. Juara II diraih Yoga Veri Surya Wijaya dari SMAN 1 Plemahan dengan perolehan skor 920 dan Juara III diraih Gusti Ayu Putu Indira Maharani dari SMAN 8 Denpasar dengan perolehan skor 911. Ketiga peserta esai terbaik babak final mendapatkan uang pembinaan dengan rincian masing-masing: Juara I mendapatkan Rp1.500.000 dipotong pajak, Juara II mendapatkan Rp1.000.000 dipotong pajak, dan Juara III mendapatkan Rp750.000 dipotong pajak. Selain uang pembinaan, mereka juga mendapatkan piala dan sertifikat penghargaan.

Kemampuan menulis opini dalam bentuk karya esai dibutuhkan saat ini untuk mendorong kreativitas siswa dalam berpikir kreatif dan solutif dalam memberikan pemecahan masalah terkait permasalahan yang terjadi di berbagai bidang. Selain kemampuan menulis, mereka juga diharapkan mampu menyampaikan gagasan secara lisan dengan kepercayaan diri, komunikatif, dan tutur kata yang baik dan mudah dipahami pendengar. Perhelatan Olimpiade Bahasa Indonesia Tingkat Nasional semacam ini akan terus dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka memberikan wadah bagi siswa untuk menunjukkan bakat dan kreativitasnya, khususnya dalam menghadapi tantangan Abad 21.   

PENGUMUMAN 10 ESAI TERBAIK OLIMPIADE BAHASA INDONESIA (OBI) 2021

Pengumuman 10 esai terbaik Olimpiade Bahasa Indonesia (OBI) 2021 yang diselenggarakan Prodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri dapat diunduh pada link berikut:

http://bit.ly/10esai-OBI2021

Perkaya Kemampuan Menulis Karya Tulis Ilmiah, Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri Gelar Kudapan (Kuliah Daring Pukul Delapan) Seri 3 Antarfakultas

TBIN-IAIN Kediri. Kemampuan menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) sesuai kaidah sistematika dan kebahasaan dibutuhkan bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat awal yang memang perlu mendapatkan pemahaman lebih dini. Terlebih, di setiap kampus memiliki gaya selingkung tersendiri dalam penulisan KTI yang membedakannya dengan kampus lain. Tak terkecuali, di IAIN Kediri. Oleh karena itu, Prodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri berinisiatif menyelenggarakan Kuliah Daring Pukul Delapan (Kudapan) Seri 3 pada Sabtu, 26 Desember 2020. Acara tersebut diikuti mahasiswa IAIN Kediri, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Bahasa Indonesia pada semester ganjil 2020 ini.

Kuliah daring dengan tema “Kiat-kiat Menulis Karya Tulis Ilmiah: Kita Millenials, Kita Menulis” tersebut diikuti oleh kurang lebih 300 mahasiswa yang terdiri dari berbagai prodi di IAIN Kediri. Mereka antusias menyimak pemaparan materi melalui aplikasi zoom meeting. Sementara lainnya, sekitar 900 mahasiswa menyimak melalui tautan youtube. Lima narasumber yang menjadi pemateri pada hari itu merupakan dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia di empat fakultas di IAIN Kediri.

Kudapan Seri 3 dibuka sambutan sekaligus pemaparan materi awal oleh Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri, Dr. Iwan Marwan, M.Hum. Pada sambutannya, beliau memaparkan pentingnya mahasiswa memahami aturan penulisan karya ilmiah. Pada kesempatan itu pula, dosen ahli linguistik tersebut memberikan uraian tentang garis besar karya tulis ilmiah dan karakteristik yang melingkupinya. Dilanjutkan pemateri kedua, Erawati Dwi Lestari, M.Hum. yang memberikan penjelasan tentang jenis karya tulis ilmiah dan seluk beluk karya ilmiah popular. Terdapat perbedaan yang harus dipahami mahasiswa khususnya terkait bahasa yang digunakan dalam KTI dan KTI-Populer. Selanjutnya, materi tentang penulisan makalah disampaikan oleh pemateri ketiga, yaitu M. Badrus Solichin, M.A. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara detail gaya selingkung penulisan makalah di IAIN Kediri. Dilanjutkan pemateri keempat, yaitu Ibu Anwariyah, M.Pd. yang memberikan penjelasan tentang artikel, khususnya perbedaan sistematika artikel penelitian dan nonpenelitian. Materi terakhir disampaikan oleh Nurul Dwi Lestari, M.Pd. yang memberikan penjelasan tentang parafrase. Keterampilan memparafrase dibutuhkan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah untuk menghindari plagiasi.  

Acara Kudapan Seri 3 berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 08.00—11.00 WIB. Mahasiswa sangat antusias menyimak materi kelima narasumber pada acara tersebut hingga sesi tanya jawab berakhir. Bahkan, hingga penghujung acara, jumlah peserta tetap konstan menunjukkan semangat mahasiswa untuk terus belajar memahami karya tulis ilmiah. Acara Kudapan Seri 3 diakhiri dengan sesi foto bersama.  

Oleh: Nurul D.L

Kudapan (Kuliah Daring Pukul Delapan) Seri 2 Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri: Karya Sastra Kontemporer dan Transformasi Alih Media

TBIN-IAIN Kediri. Rabu (16/12/20) melalui zoom meeting, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri menggelar kuliah umum bertajuk “Karya Sastra Kontemporer dan Transformasi Alih Media”. Acara ini menghadirkan dua narasumber yang sudah pakar di bidang sastra, yaitu Dr Asep Abbas Abdullah, M.Pd. dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dan M.Badrus Solichin, M.A. dari IAIN Kediri. Kuliah umum diikuti kurang lebih 150 mahasiswa, baik mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri, mahasiswa luar prodi, hingga mahasiswa dari luar kampus.

Kudapan Seri 2 dibuka oleh Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia, IAIN Kediri, Dr. Iwan Marwan, M.Hum. Beliau memberikan apresiasi atas diadakannya acara tersebut dan berharap acara ini dapat memberikan manfaat ilmu bagi mahasiswa dan juga membina hubungan kerjasama yang baik antarkampus. Dipandu oleh moderator, Erawati Dwi Lestari, M.Hum, kuliah daring ini berlangsung lancar dan antusias peserta begitu luar biasa terhadap pemaparan pemateri. Pemaparan materi pertama oleh Dr. Asep Abbas Abdullah, M.Pd. dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Pada sesi awal kuliah umum, Dr. Asep menyampaikan tentang seluk beluk puisi kontemporer. Ketua Program Studi di Jurusan Sastra Indonesia UINSA ini juga memberikan contoh-contoh puisi kontemporer dengan berbagai variasi bentuk, seperti Puisi Mbeling, Puisi Tipografi, Puisi yang menentang idiom-idiom, Puisi yang membalik-balikan struktur kata, Puisi yang banyak menggunakan simbol daripada kata-kata atau kalimat, Puisi Konkret, dan Puisi Mantra.

Sesi kedua Kudapan Seri 2 dilanjutkan penyampaian materi oleh Moh. Badrus Solichin, M.A., dosen sastra Indonesia di IAIN Kediri. Beliau memberikan penjelasan tentang penelaahan novel sastra kontemporer. Beberapa contoh ulasan novel yang ditampilkan di antaranya ulasan Novel Tanah Tabu karya Anindita S. Thayf, novel Dadaisme karya Dewi Sartika, Semusim dan Semusim Lagi karya Andina Dwifatma, dan masih banyak lagi ulasan novel kontemporer yang disampaikan. Perbincangan kuliah tamu berjalan menarik hingga sesi terakhir berlangsung tak menyurutkan antusiasme mahasiswa untuk menyaksikan hingga akhir acara. Acara Kudapan Seri 2 diakhiri dengan foto bersama melalui daring.

oleh: Nurul D.L

Perkaya Wawasan Kebahasaan melalui Kuliah Daring Pukul Delapan (Kudapan) Linguistik Seri 1

IAIN Kediri – Guna menambah wawasan kebahasaan bagi mahasiswa, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri menggelar Kuliah Daring Pukul Delapan (Kudapan) Linguistik Seri 1 pada Rabu, 25 November 2020. Kuliah umum yang dilaksanakan secara daring tersebut menghadirkan Dr. Wahya, M.Hum., dosen Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjajaran, Bandung. Peserta dari kuliah umum tersebut adalah dosen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dan juga mahasiswa/wi angkatan 2020 Program Studi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri.

Kuliah tamu dibuka oleh Wakil Dekan 1, Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri, Ibu Dr. Hj. Muawanah, M.Pd. Dalam sambutan pembukaannya, beliau memberikan apresiasi terhadap kuliah tamu tersebut sekaligus memberikan semangat kepada mahasiswa agar terus menambah wawasan kebahasaan. Tema yang diusung dalam kuliah umum itu adalah “Memahami Kekhasan dan Kesemestaan Bahasa”. Berlangsung kurang lebih selama dua jam, kegiatan tersebut dilaksanakan secara online melalui aplikasi zoom meeting dan ditayangkan secara langsung melalui official akun youtube Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri. 

Dipandu oleh Nurul Dwi Lestari, M.Pd. sebagai moderator, kuliah umum diawali dengan materi pertama oleh Dr. Wahya, M.Hum. Dosen Sastra Indonesia yang mengajar di Program Pascasarjana untuk S-2 dan S-3 tersebut menjelaskan ciri kekhasan bahasa bahwa setiap bahasa memiliki fonem dan morfem dengan bentuk dan jumlah yang berbeda. Beliau memberikan bukti kekhasan dan kesemestaan bahasa melalui struktur kalimat dari berbagai bahasa, seperti bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, hingga Korea. Penyampaian materi yang menyenangkan dan pemberian contoh yang konkret menjadikan materi mudah dipahami, khususnya bagi mahasiswa semester awal. Setelah itu, dilanjutkan penyampaian materi oleh Dr. Iwan Marwan, M.Hum., mengenai hakikat, sifat, dan bentuk bahasa serta langage, langue and parole dalam konsep bahasa. Dosen yang ahli di bidang linguistik ini lebih menyoroti sifat kekhasan dan kesemestaan bahasa dari sisi linguistik.

Pada akhir kuliah umum, pemateri memberikan pesan kepada mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri bahwa banyak hal menarik dan terpendam yang masih bisa dikaji terkait bahasa. Oleh karena itu, mahasiswa dan juga dosen yang berkecimpung di bidang bahasa haruslah mampu menguak sisi menarik dari bahasa dengan giat melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan membuat PKM (Program Kreativitas Mahasiswa).

Kunjungan Mahasiswa Thailand Kerjasama IAIN Kediri di Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

IAIN Kediri mengadakan kunjungan ke Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur yang beralamat di Jalan Siwalan Panji 2, No.1, Buduran, Kec. Sidoarjo pada 11 Maret 2019. Kunjungan yang diikuti sekitar tiga puluh mahasiswa Thailand Kerjasama Program Pertukaran Mahasiswa bersama IAIN Kediri dan dosen pengampu matakuliah Bahasa Indonesia ini bertujuan untuk mengadakan kerjasama IAIN kediri dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur dalam fasilitas dan layanan kebahasaan.

Kegiatan Kunjungan dan UKBI dibuka langsung oleh ketua Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Bapak Drs. Mustakim, M.Hum. Dalam kunjungan ini, mahasiswa IAIN Kediri diberikan pengenalan seputar UKBI. UKBI merupakan sarana uji untuk mengukur kemahiran seseorang dalam berbahasa lisan dan tulis. Materi UKBI mencakup empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara. Melalui UKBI, mahasiswa dapat mengetahui sejauh mana kemahiran mereka dalam berbahasa Indonesia.

Selain seputar UKBI, Bapak Drs. Mustakim, M.Hum. juga memberikan gambaran tentang peluang menjadi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Setiap tahun, program BIPA merekrut calon pengajar BIPA untuk bisa dikirim ke negara yang membutuhkan tenaga pengajar bahasa Indonesia. Beberapa negara, seperti Inggris, Rusia, Finlandia, Jerman, Austria, Bulgaria, Italia, Prancis, Uzbekistan, Polandia, Amerika Serikat, Mesir, India, Tunisia, Australia, Uni Emirat Arab, Timor Leste, Vietnam, Filipina, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar menjadi pilihan negara sasaran untuk penempatan tenaga pengajar BIPA di luar negeri. “Bagi Adik-adik mahasiswa yang berminat menjadi pengajar BIPA di luar negeri, kami di bawah nanungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan siap menjembatani Adik-adik untuk ikut berpartisipasi melalui pengajaran BIPA dan kegiatan kebahasaan lainnya”.

Dalam sambutannya, Bapak Drs. Mustakim, M.Hum berharap agar kerjasama ini dapat terus berlangsung pada setiap tahun agar wawasan kebahasaan terus bertambah dan mahasiswa sebagai generasi muda terus bersemangat untuk melestarikan, mengembangkan, dan memartabatkan bahasa Indonesia.

Penandatanganan MoU Kerjasama ini diwakili oleh Dr. Iwan Marwan, M.Hum. selaku dosen senior matakuliah Bahasa Indonesia IAIN Kediri dan Bapak Drs. Mustakim, M.Hum. selaku Ketua Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan fasilitas dan layanan kebahasaan yang nantinya akan digunakan untuk mahasiswa yang ingin belajar lebih lanjut tentang kebahasaan dalam rangka menunjang kompetensi berbahasa mahasiswa IAIN Kediri, baik dalam perkuliahan maupun sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja.

Studium General Fakultas Tarbiyah, IAIN Kediri Dorong Internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui Program BIPA

IAIN KEDIRI – Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri menggelar studium generale bertajuk “Eksistensi Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Dunia Internasional” bertempat di meeting room Fakultas Tarbiyah, Jumat 15 November 2019. Acara yang digelar sebagai sarana membuka wawasan dan menjalin kerja sama antarperguruan tinggi terutama dalam hal pembelajaran bahasa Indonesia ini dibuka oleh Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr.Hj. Mu’awanah, M.Pd. Sebuah persembahan seni tari Pencak Silat yang diperagakan oleh mahasiswa IAIN Kediri mengawali acara tersebut sekaligus sebagai pengenalan budaya Indonesia.

Dalam rangka mengulas eksistensi pembelajaran BIPA di dunia internasional, studium generale Fakultas Tarbiyah ini menghadirkan pembicara dari luar negeri, Dr. Daria Zozula, M.A. Lulusan Prodi Etnolinguistik angkatan pertama berspesialisasi Bahasa Indonesia UAM ini merupakan Kepala Asosiasi Polandia-Indonesia yang juga aktif menjadi dosen bahasa Indonesia dan ilmu penerjemah, serta menjadi asisten professor di Jurusan Sastra Indonesia-Melayu, Adam Mickiewiez University, Poznan, Polandia. Kedekatannya dengan Indonesia, diawali keikutsertaannya dalam darmasiswa RI di UNPAD tahun 2005—2006 dan darmasiswa UI tahun 2010—2011. Perempuan pegiat BIPA ini begitu tertarik mengulas bahasa dan budaya Indonesia melalui penelitian-penelitiannya. Salah satu tulisan yang menarik dari sekian karyanya, yakni berjudul Integrasi Islam Moderat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Penutur Asing yang diterbitkan oleh Aswaja Nussantara Press pada tahun 2017.

Dalam kesempatannya berkunjung ke IAIN Kediri, Dr. Daria Zozula, M.A. menyampaikan eksistensi pembelajaran BIPA di dunia internasional, khususnya di Polandia. Menurutnya, sejak tahun 2011 bahasa Indonesia telah dijadikan sebagai matakuliah bahasa asing untuk jenjang S-1 di perguruan tinggi yang tersebar di beberapa kota di Polandia, seperti di Poznan, Torun, Krakow, dan Warsaw. Setiap tahunnya, terdapat dua tenaga pengajar bahasa Indonesia yang diberangkatkan untuk mengajar bahasa Indonesia di Polandia melalui kerja sama dengan Kemenristekdikti. Pengiriman tenaga pengajar ini menunjukkan bahwa pembelajaran BIPA di dunia internasional dinilai terlaksana dengan baik. Narasumber yang masih muda dan cakap ini juga menuturkan bahwa banyak mahasiswa di Poznan, Polandia yang senang belajar bahasa dan budaya Indonesia. Tidak hanya belajar tata bahasa, mereka juga senang menyanyikan lagu Indonesia, lagu-lagu daerah, memasak masakan Indonesia, dan mendongeng untuk anak-anak Polandia. Pembawaannya yang ramah dan bersahabat membuat para peserta yang didominasi mahasiswa Thailand ini menjadi antusias karena banyak memberikan motivasi dan cerita yang inspiratif. 

Melalui acara ini pula, dosen bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah, Dr. Iwan Marwan, M.Hum., selaku penggagas sekaligus narasumber pada acara tersebut menyampaikan gagasan serta dukungannya dalam rangka mendorong internasionalisasi bahasa Indonesia. Dibutuhkan terobosan-terobosan baru, peran, dan kerja sama dari berbagai pihak untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Salah satunya melalui pentingnya penggunaan sumber atau bahan ajar BIPA yang memadai.

Dalam acara ini turut hadir pula Bapak Dr. Fathor Rasyid, M.Pd. selaku Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah, Ibu Dra. Fartika Ifriqia, M.Pd.,selaku Kaprodi PGMI, Bapak Moh. Zainal Fanani, M.Pd.I.,selaku Kaprodi MPI, M.Badrus Solichin, M.A., selaku moderator acara, para dosen bahasa Indonesia IAIN Kediri, dan para peserta mahasiswa pertukaran pelajar dari Thailand. Melalui acara ini diharapkan tercipta kerja sama yang lebih baik, seperti pertukaran pelajar maupun dosen, penelitian kolaboratif, dan kerja sama lainnya dalam rangka internasionalisasi bahasa Indonesia.