Workshop Pembelajaran Kampus Merdeka Belajar Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) IAIN Kediri

Dalam rangka menyongsong era Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Kampus Merdeka 2022. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring pada hari Selasa 29 Maret 2022 pukul 08.00—12.00 bertempat di Aula Gedung M Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri. Workshop ini dilaksanakan secara kolaborasi antara Tadris Bahasa Indonesia dengan Tadris Bahasa Inggris. Peserta pada kegiatan ini terdiri atas Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri, Wakil Dekan I, II, dan III Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri, Seluruh Kaprodi Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri, DTPS Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) dan Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri, dan juga mahasiswa. Narasumber pada kegiatan ini adalah Dr. Erna Iftanti, M.Pd. dari UIN SATU Tulungagung dan Dr. Esti Junining, M.Pd. dari UB Malang.

Pembukaan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri, Dr. H. Ali Anwar, M.Ag

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Kediri yakni Dr. H. Ali Anwar, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menyukseskan dan mengimplementasikan salah satu kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yakni Permendikbud No. 3 Tahun 2020 pasal 18 (3) tentang Fasilitasi Perguruan Tinggi untuk memberikan pengalaman belajar di luar program studi yakni Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan baik soft skill maupun hard skill agar lebih siap dan relevan dalam menghadapi perubahan zaman.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari pemateri pertama yakni Dr. Erna Iftanti, M.Pd. tentang Pembelajaran Kampus Merdeka di Prodi TBIN UIN SATU Tulungagung. Dalam kesempatan ini, beliau menjelaskan tentang kurikulum dan pelaksanaan MBKM di UIN SATU Tulungagung antara lain (1) menggunakan skema 512 yakni dilaksanakan mulai semester 5 selama tiga semester dengan rincian satu (1) semester mahasiswa melakukan pembelajaran lintas prodi di PT sendiri dengan jumlah 20 sks dan dua (2) semester mahasiswa belajar di luar PT dengan jumlah 40 sks (20 sks prodi sama di PT lain dan 20 sks lintas prodi di PT lain/lembaga lain). Mata kuliah kuliah yang ditawarkan pada program ini antara lain kepewaraan dan BIPA; (2) menyelenggarakan KKN Tematik dengan tujuan membangun desa berkelanjutan dengan bobot 20 sks; dan (3) melaksanakan Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air yang disebut dengan Permata UIN. Selain ketiga kegiatan tadi ada juga beberapa jenis kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan mahasiswa di luar Program Studi yakni pertukaran mahasiswa, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di suatu satuan pendidikan, penelitian atau riset di suatu instansi/institusi, melakukan proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, atau membangun desa atau KKN Tematik. Beliau menegaskan pentingnya membangun kerja sama atau mitra dengan kampus lain dalam mengimplementasikan kurikulum Merdeka Belajar ini.

Dr. Erna Iftanti saat memaparkan materi

Pemaparan materi berikutnya oleh pemateri kedua yakni Dr. Esti Junining, M.Pd. Beliau memaparkan materi tentang pelaksanaan Pembelajaran Kampus Merdeka di Universitas Brawijaya Malang yang telah berjalan mulai tahun 2020. Beliau menjelaskan sebaran distribusi program studi yang berpartisipasi dalam kurikulum Merdeka Belajar. Program studi yang paling berpartisipasi adalah diurutan pertama yakni Pendidikan Bahasa Inggris, kedua Sastra Inggris, dan ketiga Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kegiatan yang paling banyak diminati pada program ini adalah asistensi mengajar, diurutan berikutnya yakni magang (internship), pertukaran pelajar (exchange), proyek kemanusiaan (humanity project), dan kewirausahaan (enterpreneurship). Beliau menegaskan bahwa kegiatan PPL tidak bisa dimasukkan ke dalam kegiatan kampus mengajar. Apabila mahasiswa ingin mengikuti program kampus mengajar bisa mendaftar di kampusmerdeka.kemdikbud.go.id.

Kegiatan ini diakhiri dengan tanya jawab peserta diskusi dengan narasumber tentang implementasi kurikulum Merdeka Belajar. Melalui kegiatan ini Kaprodi TBIN IAIN Kediri, Dr. Iwan Marwan, M.Hum., berharap agar terjalin kerja sama yang baik dalam menjalankan kurikulum Merdeka Belajar antara IAIN Kediri dengan UIN SATU Tulungagung dan UB Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *