Perkaya Kemampuan Menulis Karya Tulis Ilmiah, Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri Gelar Kudapan (Kuliah Daring Pukul Delapan) Seri 3 Antarfakultas

TBIN-IAIN Kediri. Kemampuan menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) sesuai kaidah sistematika dan kebahasaan dibutuhkan bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat awal yang memang perlu mendapatkan pemahaman lebih dini. Terlebih, di setiap kampus memiliki gaya selingkung tersendiri dalam penulisan KTI yang membedakannya dengan kampus lain. Tak terkecuali, di IAIN Kediri. Oleh karena itu, Prodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri berinisiatif menyelenggarakan Kuliah Daring Pukul Delapan (Kudapan) Seri 3 pada Sabtu, 26 Desember 2020. Acara tersebut diikuti mahasiswa IAIN Kediri, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Bahasa Indonesia pada semester ganjil 2020 ini.

Kuliah daring dengan tema “Kiat-kiat Menulis Karya Tulis Ilmiah: Kita Millenials, Kita Menulis” tersebut diikuti oleh kurang lebih 300 mahasiswa yang terdiri dari berbagai prodi di IAIN Kediri. Mereka antusias menyimak pemaparan materi melalui aplikasi zoom meeting. Sementara lainnya, sekitar 900 mahasiswa menyimak melalui tautan youtube. Lima narasumber yang menjadi pemateri pada hari itu merupakan dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia di empat fakultas di IAIN Kediri.

Kudapan Seri 3 dibuka sambutan sekaligus pemaparan materi awal oleh Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri, Dr. Iwan Marwan, M.Hum. Pada sambutannya, beliau memaparkan pentingnya mahasiswa memahami aturan penulisan karya ilmiah. Pada kesempatan itu pula, dosen ahli linguistik tersebut memberikan uraian tentang garis besar karya tulis ilmiah dan karakteristik yang melingkupinya. Dilanjutkan pemateri kedua, Erawati Dwi Lestari, M.Hum. yang memberikan penjelasan tentang jenis karya tulis ilmiah dan seluk beluk karya ilmiah popular. Terdapat perbedaan yang harus dipahami mahasiswa khususnya terkait bahasa yang digunakan dalam KTI dan KTI-Populer. Selanjutnya, materi tentang penulisan makalah disampaikan oleh pemateri ketiga, yaitu M. Badrus Solichin, M.A. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara detail gaya selingkung penulisan makalah di IAIN Kediri. Dilanjutkan pemateri keempat, yaitu Ibu Anwariyah, M.Pd. yang memberikan penjelasan tentang artikel, khususnya perbedaan sistematika artikel penelitian dan nonpenelitian. Materi terakhir disampaikan oleh Nurul Dwi Lestari, M.Pd. yang memberikan penjelasan tentang parafrase. Keterampilan memparafrase dibutuhkan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah untuk menghindari plagiasi.  

Acara Kudapan Seri 3 berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 08.00—11.00 WIB. Mahasiswa sangat antusias menyimak materi kelima narasumber pada acara tersebut hingga sesi tanya jawab berakhir. Bahkan, hingga penghujung acara, jumlah peserta tetap konstan menunjukkan semangat mahasiswa untuk terus belajar memahami karya tulis ilmiah. Acara Kudapan Seri 3 diakhiri dengan sesi foto bersama.  

Oleh: Nurul D.L

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *